> info Umroh Impian di 081211657173 >> Dapatkan Diskon jika Mendaftar lebih dari 2 Jamaah
Selasa, 27 Agustus 2013
Selasa, 20 Agustus 2013
Umroh Plus Turkey
Program umrah ini adalah perjalanan tour 3 hari 2 malam di Istambul, mengunjungi beberapa tempat tujuan wisata yang menarik diantaranya Blue Mosque dan selat Bosphorus serta beberapa peninggalan sejarah peradaban islam. Kemudian dilanjutkan dengan umrah 3 malam di Madinah, 4 malam di Makkah.

Umroh Reguler 9 Hari ( 3DMadinah + 4D Mekkah )
(Economy Class )
UMRAH REGULER 9 Hari dengan lama tinggal di Madinah 3 malam, dan di Makkah 4 malam.
Biaya Rp. 18.500.000,-
Dengan Fasilitas Sebagai Berikut :
1. Pesawat Class Economy
2. Fasilitas Hotel Bintang 3 Dengan jarak Masjid Nabawi + 350 m (Madinah) Dan jarak Masjidil Haram + 750 m ( Mekkah )
3. Bus Ac selama di Saudi Arabia
4. Makan dengan menu Indonesia 3 x sehari
5. Muthawwif yang menetap di Saudi Arabia dan Tour Guide dari Indonesia ke Jeddah
6. Air Zam-Zam 10 liter
7. Koper dan perlengkapan umroh serta seragam umroh
8. Manasik 1 kali sebelum keberangkatan
9. Asuransi keselamatan jiwa dan barang untuk usai maksimal 70 tahun
( Executive Class )
UMRAH REGULER 9 Hari dengan lama tinggal di Madinah 3 malam, dan di Makkah 4 malam.
Biaya Rp. 24.500.000,-
Dengan Fasilitas Sebagai Berikut :
1. Pesawat Executive ( Etihad, Qatar, Garuda, Saudi Arabia )
2. Fasilitas Hotel Bintang 4 Dengan jarak Masjid Nabawi + 250 m (Madinah) Dan jarak Masjidil Haram + 450 m ( Mekkah )
3. Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta sebelum penerbangan ke Jeddah
4. Bus Ac selama di Saudi Arabia
5. Makan dengan menu Indonesia 3 x sehari
6. Muthawwif yang menetap di Saudi Arabia dan Tour Guide dari Indonesia ke Jeddah
7. Air Zam-Zam 10 liter
8. Koper dan perlengkapan umroh serta seragam umroh
9. Manasik 1 kali sebelum keberangkatan
10. Asuransi keselamatan jiwa dan barang untuk usai maksimal 70 tahun
UMRAH REGULER 9 Hari dengan lama tinggal di Madinah 3 malam, dan di Makkah 4 malam.
Biaya Rp. 18.500.000,-
Dengan Fasilitas Sebagai Berikut :
1. Pesawat Class Economy
2. Fasilitas Hotel Bintang 3 Dengan jarak Masjid Nabawi + 350 m (Madinah) Dan jarak Masjidil Haram + 750 m ( Mekkah )
3. Bus Ac selama di Saudi Arabia
4. Makan dengan menu Indonesia 3 x sehari
5. Muthawwif yang menetap di Saudi Arabia dan Tour Guide dari Indonesia ke Jeddah
6. Air Zam-Zam 10 liter
7. Koper dan perlengkapan umroh serta seragam umroh
8. Manasik 1 kali sebelum keberangkatan
9. Asuransi keselamatan jiwa dan barang untuk usai maksimal 70 tahun
( Executive Class )
UMRAH REGULER 9 Hari dengan lama tinggal di Madinah 3 malam, dan di Makkah 4 malam.
Biaya Rp. 24.500.000,-
Dengan Fasilitas Sebagai Berikut :
1. Pesawat Executive ( Etihad, Qatar, Garuda, Saudi Arabia )
2. Fasilitas Hotel Bintang 4 Dengan jarak Masjid Nabawi + 250 m (Madinah) Dan jarak Masjidil Haram + 450 m ( Mekkah )
3. Fasilitas Lounge di Bandara Soekarno Hatta sebelum penerbangan ke Jeddah
4. Bus Ac selama di Saudi Arabia
5. Makan dengan menu Indonesia 3 x sehari
6. Muthawwif yang menetap di Saudi Arabia dan Tour Guide dari Indonesia ke Jeddah
7. Air Zam-Zam 10 liter
8. Koper dan perlengkapan umroh serta seragam umroh
9. Manasik 1 kali sebelum keberangkatan
10. Asuransi keselamatan jiwa dan barang untuk usai maksimal 70 tahun
PENAWARAN PROGRAM UMRAH DAN HAJI
PENAWARAN PROGRAM UMRAH DAN HAJI
Pendahuluan
Segala puji milik Allah SWT Rab semesta alam, atas limpahan karunianya sehingga sampai dengan hari ini kita masih dalam keadaan beriman kepadaNya, serta nikmat persaudaraan diantara kita. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah saw pembawa Risalah Illahi yang memberikan suri tauladan kepada umatnya untuk saling menyayangi diantara mereka serta tetap menjaga silaturahim. Kebenaran dan ketetapan pelaksanaan Umrah dan Haji sesuai dengan sunnah Rasulullah saw adalah merupakan salah satu syarat mutlak untuk mendapatkan Umrah dan Haji mabrur. Rasulullah saw bersabda:
خُذُوْا عَنِّيْ مَنَاسِكَكُمْ )رواه بخاري و مسلم (
Artinya : Ambillah dariku cara pelaksanaan Manasikmu!! (H.R Bukhori & Muslim)
Umrah dan haji bukan hanya sekedar perjalanan ke Kota Mekkah tapi merupakan sebuah ibadah yang mencakup seluruh dimensinya: Jasadiyah (fisik), Ruhiyyah (hati-akal) dan Maaliyah (materi).
Pendahuluan
Segala puji milik Allah SWT Rab semesta alam, atas limpahan karunianya sehingga sampai dengan hari ini kita masih dalam keadaan beriman kepadaNya, serta nikmat persaudaraan diantara kita. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah saw pembawa Risalah Illahi yang memberikan suri tauladan kepada umatnya untuk saling menyayangi diantara mereka serta tetap menjaga silaturahim. Kebenaran dan ketetapan pelaksanaan Umrah dan Haji sesuai dengan sunnah Rasulullah saw adalah merupakan salah satu syarat mutlak untuk mendapatkan Umrah dan Haji mabrur. Rasulullah saw bersabda:
خُذُوْا عَنِّيْ مَنَاسِكَكُمْ )رواه بخاري و مسلم (
Artinya : Ambillah dariku cara pelaksanaan Manasikmu!! (H.R Bukhori & Muslim)
Umrah dan haji bukan hanya sekedar perjalanan ke Kota Mekkah tapi merupakan sebuah ibadah yang mencakup seluruh dimensinya: Jasadiyah (fisik), Ruhiyyah (hati-akal) dan Maaliyah (materi).
Keutamaan Haji Dan Umrah
Keutamaan Haji Dan Umrah
Oleh: H. A.M. Ackman. Lc. M.Si
1. Salah Satu Ibadah Utama
Rasulullah Saw ditanya, manakah amalan yang paling utama? Beliau menjawab:
“Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”, kemudian ditanya lagi, Kemudian
apalagi? Jihad di jalan Allah, kemudian ditanya lagi: kemudian apalagi?”
beliau menegaskan, Haji mabrur.” (HR. Bukhari Muslim)
2. Salah Satu Jalan Jihad di Jalan Allah
“Wahai Rasulullah, bolehkan kami ikut perang dan jihad bersamamu? Nabi
Saw menjawab, Bagi kalian (wanita) ada jihad yang lebih baik, yaitu haji
haji yang mabrur, setelah itu berkata Aisyah, sesudah mendengar sabda
itu, maka aku tidak pernah lagi meninggalkan ibadah haji.” (HR.Bukhari dan Ibnu Khuzaimah)
3. Penghapus Dosa
Rasulullah Saw bersabda: “Barang
siapa yang mengerjakan haji dan tidak melakukan keburukan, tidak
berbuat fasiq (maksiat) maka akan kembali (dihapus semua dosanya)
seperti pada saat ia dilahirkan oleh ibunya”. (HR. Bukhari, Muslim dan Nasaî).
4. Merupakan Duta-Duta Allah
Rasulullah Saw bersabda: “Orang
yang mengerjakan haji dan umrah merupakan duta-duta Allah, apabila
mereka memohon kepada Allah niscaya Dia akan mengabulkannya dan bila
mereka meminta ampun, niscaya Dia akan mengampuninya”. (HR Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)
5. Antara Umrah ke Umrah Penghapus dosa
Rasulullah Saw bersabda: “antara
umrah yang satu dan umrah lainnya, adalah kafarat (penghapus dosa)
diantara keduanya, sedangkan haji yang mabrur tidak ada balasannya
kecuali surga.” (HR Bukhari, Muslim, Malik, Tirmidzi, Nasaî, Ibnu Majah dan ash-Ashbahani).
6. Dana Haji Sama Dengan Infaq Di Jalan Allah
Nabi Saw bersabda, “Dana haji sama dengan biaya untuk perang di jalan Allah, satu dirham menjadi tujuh ratus lipat ganda.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Baihaqi dengan sanad yang baik)
7. Umrah Ramadhan Berpahala Ibadah Haji
Nabi Saw bersabda: “Umrah di bulan Ramadlan sama pahalannya dengan mengerjakan Haji.” (HR Ibnu Majah)
8. Seperti berhaji Dengan Nabi Saw
Nabi Saw bersabda,” Wahai Ummu Sulaim, sesungguhnya berumrah di bulan Ramadlan sama pahalannya dengan mengerjakan Haji bersamaku.”(HR Ibnu Hibban)
tata cara ibadah Umroh
Lakukan Hal ini Sebelum Anda Berumrah
Oleh: H. A. M. Ackman. Lc. M.Si
Persiapan Di Tanah Air
Persiapan Dhohir
- Bertobat dari segala dosa dan maksiat, baik dosa kepada Allah Swt, yaitu pelanggaran dari segala larangan-Nya dan keengganan melaksanakan perintahNya, maupun dosa kepada sesama manusia.
- Meminta izin orang tua atau yang dituakannya.
- Membayar segala utang, mengembalikan harta yang diperoleh dengan cara zhalim (korupsi) dan aniaya (merampas hak orang lain).
- Dana yang digunakan benar-benar halal dan bersih.
- Menyiapkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan.
- Banyak bersedekah kepada dhuafa, fakir dan miskin.
- Carilah kawan seperjalanan yang saleh, yang baik, senang menolong, sering mengingatkan jika lupa, suka menegur jika ada kesalahan, memotivasi kepada keteguhan dan kesabaran.
- Sebelum berangkat, berpamitan kepada teman, tetangga dan saudara lainya yang berdekatan. Meminta restu mereka, dan mendoakan untuk mereka
Persiapan Batin
- Niat dan tujuan semata-mata karena Allah Swt, dan bukan untuk mencari kemasyhuran dan gelar.
- Memperbanyak sedekah.
- Meninggalkan rafats (ucapan kotor; tidak berguna), fusûq (maksiat, keluar dari ketaatan kepada Allah Swt), dan jidâl (berbantahan, bertengkar dll)
- Rendah hati, lemah-lembut, mengutamakan kebaikan, budi pekerti yang baik. Tidak menyakiti orang lain, husnu zhan (berbaik sangka), sabar dan tabah dalam menghadapi perbuatan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan
- Ikhlas dalam segala ucapan dan perbuatan. Tidak memperhitungkan segala apa yang telah dikeluarkan untuk menyempurnakan ibadah haji maupun umrah
- Ikhlas dan sabar dalam menghadapi musibah atau kerugian yang menimpa fisik dan harta. Sebab segala musibah dan kerugian yang diterima secara ikhlas, termasuk kebaikan berpahala di sisi Allah Swt
- Salat sunat Safar (bepergian) dua rakaat dengan membaca Fatihah dan al-Kafirun di rakaat pertama dan Fatihah dan al-Ikhlas di rakaat kedua. Boleh membaca Ayat Kursi1 atau Surat al-Quraisy dan satu kali sebelum keluar rumah atau doa lainnya yang dihafal dan disukai.
- Berdoa bagi keluarga maupun teman yang ditinggalkan
- Ketika naik kendaraan atau pesawat terbang bacalah doa
Setelah duduk membaca lagi:
Alhamdulillah
Diteruskan dengan membaca:
Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn
“Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” (QS. Al-Zukhruf: 14)
Diteruskan dengan membaca:
Allahu Akbar 3 x
Atau membaca:
Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta
“Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)
- Selalu dalam keadaan berwudlu dan shalat berjamaah
- Banyaklah berbuat kebaikan dalam perjalanan selain sabar dan tawakal kepada Allah Swt
- Berdoalah di setiap kesempatan dalam perjalanan karena doa yang sedang bepergian mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadist:
2. Tata Cara Umrah
Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram
- Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki), menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.
- Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).
- Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat. Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakain tipis hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking.
- Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.
- Bila salat wajib didirikan, kerjakan salat sunat ihram setelahnya, atau boleh menjadikan salat wajib itu penganti salat sunat ihram.
Perhatian
- Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.
- Yang bermiqat di Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.
- Setelah berpakaian ihram, salat sunat dan niat dilakukan di Bir Ali.
2. Ihram Umrah
Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melalaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.
Niat untuk umrah antara lain:
Labbaika Allâhuma Umratan
“Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”
Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca talbiyah:
Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka
“Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:
allâhumma shalli wa sallim ‘alâ muhammad wa ‘alâ Ali muhammad
“Ya Allah limpahkan kesejahteraan dan keselematan kepada Muhammad dan keluarganya.”
Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:
allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.
“Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”
3. Masuk ke Masjidil Haram
Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:
Allahumaftah lî abwâba rohmatika
“Ya Allah bukakan bagiku semua pintu RahmatMu.”
Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.
Ketika melihat Kabah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:
Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa mahabatan wa zid man syarrafahu wa karamahu mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa birran
“Ya Allah tambahlah kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kemegahan rumah ini. Tambahkan pula kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kebaikan bagi yang telah menghormati dan memuliakan rumahMu dari orang yang berhaji dan umrah.” (HR. Syafi’i) dan lainnya)
Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.
4. Memulai Tawaf
Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.
Mulailah tawaf dengan berjalan cepat (raml) di tiga putaran pertama sambil idhtihba di seluruh putaran. Dan bacalah doa diatas setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .
Ketika raml bacalah doa ini:
Allâhumaj’alhû hajjan mabrûran wa dzanban maghfûran wa sa’yan masykûran
“Ya Allah jadikan aku haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sai yang diampuni.” (HR. Syafi’i)
Perhatian
- Raml (berjalan cepat) di 3 putaran pertama tawaf hanya disunahkan ketika pertama kali tawaf umrah dalam satu pejalanan. Dan tidak disunahkan pada tawaf sesudahnya. Bila tidak mampu maka berusaha semampunya ber-raml. Bila tidak sanggup juga berjalanlah biasa. Raml hanya disunahkan bagi laki-laki.
- Idhtiba disunahkan dalam setiap tawaf untuk umrah.
- Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf. Bacalah doa yang dikuasai. Doa dalam Al-Qur’an dan Hadist lebih diutamakan.
Selesai raml pada 3 putaran pertama mulai mulai berjalan biasa pada empat putaran akhir. Pada putaran selanjutnya bacalah:
Allâhumaghfir warham wa’fu ‘amma ta’lam wa antal a’azul akrom, Allâhuma robbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabanâr
“Ya Allah rahmati dan ampunilah aku dari dosa yang Engkau ketahui, karena Engkau Maha Besar dan Mulia. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia dan akhirat, bebaskan aku dari api neraka.”
Selama tawaf bacalah dzikir dan doa pilihan anda atau membaca doa ini:
Subhânallahi wal hamdulillâhi wa lâ illâha illallah wallâhu akbar wa lâ haula wa lâ quwwata illa billâhi
“Maha Suci Allah, Segala puji bagiNya dan tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan tidak ada daya upaya kecuali dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)
5. Rukun Yamani
Di Rukun Yamani (sudut yang berdampingan dengan Hajar Aswad) isyarah (tangan diarahkan) dengan tangan kanan tanpa mencium tangan sesudahnya.
Antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad bacalah doa:
Allâhumma rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr
“Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari api neraka.”
6. Salat di Maqam Ibrahim
Selesai tawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:
Wattakidzû min maqâmi ibrâhîma mushollâ
“Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”
Pakaian yang tadinya idhthiba dilepas dan selimutkan ke badan kemudian salat sunnat dua raka’at. Rakaat pertama membaca Fatihah dan al-Kafirun, rakaat kedua membaca fatihah dan al-Ikhlas. Sesudah salat bacalah menurut keinginan anda.
Perhatian
- Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf kecuali hanya beberapa doa yang telah disebutkan diatas. Anda boleh membaca doa sendiri atau dengan bahasa yang anda kuasai.
- Tidak disunahkan mengusap, mencium atau menempelkan benda untuk mengambil berkah karena hal ini tidak diajarkan Nabi saw.
- Mencium Hajar Aswad adalah sunah sedangkan menghormati sesama Muslim wajib hukumnya, maka jangan mengejar pahala sunah namun berakibat dosa.
- Jangan paksakan mencium Hajar Aswad bila keadaan penuh sesak. Bila keadaan penuh sesak dan tidak memungkinkan raml, berjalan biasa atau tetap raml semampunya.
- Jangan paksakan salat yang berhadapan langsung dengan maqam Ibrahim bila penuh sesak, carilah tempat kosong. Kemudian Istilam (bila memungkinkan) ke arah Hajar Aswad sambil berdoa di Multazam (bila memungkinkan) atau cukup berdoa di tempat anda berada.
- Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim, maka hindari mengusap, mencium untuk mengharap berkah. Ingat! Jangan rusak ibadah anda dengan perbuatan yang tidak ada tuntunannya.
- Ketika umrah berikutnya dalam tawaf hanya berjalan biasa tanpa raml maupun idhtiba.
7. Minum Air Zam-zam
Sebelum Sai disunahkan minum air Zam-Zam sambil menghadap Kabah. Ketika minum, bernafas 3 kali kemudian sisa air minum diusapkan ke kepala, muka dan dada.
8. Sai
Sebelum ke shafa letakan kembali pakain dengan cara idhthiba’ (bagi laki-laki) dan ketika mendekat shafa bacalah:
Innash-shofâ wal marwata min sya’â-irillâhi, Abda-u bimâ bada Allâh bihi
“Sesungguhanya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar Allah. Aku mulai dengan apa yang dimulai Allah.”
Ketika sampai di Shafa menghadap Kabah dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:
Allahu Akbar 3 x
Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîir, Lâ ilâhi illallahu wahdahu, anjaza wa’dahu wa nasharo ’abdahu wahazamal ahzâba wahdahu
“Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagiNya, milik-Nya semua kerajaan dan pujian. Ia yang menghidupkan dan yang mematikan, Ia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah, ditepati janji-Nya, dibela hambaNya dan dikalahkan semua musuh olehNya.”
Bacalah doa ini 3 x kemudian mulai berjalan untuk Sai.
Bagi laki-laki ketika berada diantara dua lampu hijau berjalan cepat (raml) sambil membaca:
Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azul akrom, Allâhumma âtina fiddunyâ hasanah wa fil âkhiroti hasanah wa qinâ adzabannâr
“Ya Allah ampuni aku, hapuskan segala dosa yang Engkau ketahui, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Besar. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia akhirat dan selamatkan aku dari api neraka.”
Selesai Raml berjalan biasa lagi hingga di Marwah. Ketika sampai di Mawah menghadap kiblat sambil bertakbir dan berdoa seperti di permulaan Sai. Kemudian mulai berjalan kearah Shafa dan be-raml ketika melewati dua lampu hijau.
Sai dilakukan tujuh putaran, antara Shafa dan Marwah dihitung satu putaran dan begitu pula sebaliknya dan sai akan berakhir di Marwah.
9. Tahallul
Selesai Sai kemudian Tahallul dengan menggunting atau mencukur rambut sedangkan bagi wanita hanya mengunting beberapa helai rambut sepanjang ruas jari saja. Ketika mencukur rambut mulailah mencukurnya pada bagian sebelah kanan kepala dan berdoa:
Allâhummaghfir lil muhalliqîna wa lil muqoshirîn
“Ya Allah, ampunilah orang yang bercukur dan yang bergunting.”
Mengunting atau memotong rambut boleh dilakukan oleh siapa saja, anak kecil ke orang tua atau sebaliknya, istri kepada suaminya atau sebaliknya. Hendaknya wanita dipotong oleh muhrimnya. Anda menjadi halal kembali dan selesailah umrah anda.
Bermîqât Dari Tan’îm atau Ji’ranah
Selama berada di Mekah dianjurkan untuk memperbanyak umrah.
Sebaiknya semua kesunahan ihrâm dilakukan di hotel termasuk mandi dan berpakaian ihrâm. Sampai mîqât hanya salat sunnah ihrâm dan berniat kemudian kembali lagi ke Masjidil Haram untuk Tawâf, saî dan tahallul.
Umrah ini tidak disunahkan Raml ketika Tawâf.
Tawaf Wada’ Bagi Yang Berumah
Bagi yang berumrah selain di bulan haji, ketika akan meninggalkan kota Mekkah disunahkan melakukan Thawaf Wada. Caranya seperti melakukan Thawaf Sunnah.
Sunnahnya diakhiri dengan shalat sunnat thawaf setelah 7 kali thawaf. Bagi wanita yang berhalangan (haid, nifas dll) tidak disarankan thawaf wada’ dan cukup berdoa di pintu Masjid al-Haram.
Daftar Pustaka
1. Gayo, H.M. Iwan, 2004, Buku Pintar Haji dan Umrah (Jakarta: Pustaka Warga Negara)
2. Juzayrî, Abdul Rahman, 1990, Kitâb al-Fiqh ‘alâ al-Madzâhib al-‘Arba’ah (Beirut: Dar al-Fikr)
3. Khiyari, Ahmad, 1993, Tarîkh al-Ma’alim al-Madînah al Munawwarah Qadîman wa Hadîtsan (Jeddah, Dar al-‘Ilm)
4. Khurbûthulî, Ali, tt, Tarîkh Ka’bah, (Beirut: Dar al- Jail)
5. Mubarakfurî, Shafiyyurahmân. 2002, Tarikh Makkah al- Mukarramah, (Riyadh: Dar as-Salam)
6. Mundzirî, Abdul ‘Adzîm, 1992, Tahdzîb at-Targhîb wa at- Tarhîb. (Beirut: Darul Jail)
7. Nawawî, Muhyidîn, tt, al-Majmû Syarh al-Muhaddzab, (Beirut: Darul Fikri)
8. _________________ al-Adzkâr (Beirut: Dar al-Fikr)
9. _________________ Syarh Muslim, (Beirut: Dar Kutub ‘Ilmiyyah)
10. Râwah, Abdul Fattâh, 2003, Kitâb al-Îdhâh Fî Manâsik al-Hajj wa al-Umrah, Cetakan Kelima, (Mekkah: Maktab al- Imdâdiyyah)
11. Rousydy, Latif, 1989, Manasik Haji dan Umrah Rasulullah s.a.w (Medan: Rimbow)
12. Sâbiq, Sayyid, 1992, Fiqh as-Sunnah (Beirut: Dar al-Fikr)
13. Shihab, Quraish, 2003, Haji bersama M. Quraish Shihab (Bandung: Mizan)
14. Qudâmah, Ibnu, 1997, al-Mughnî, Cetakan Kedua, (Mekah: Mustaphâ al-Bâz)
15. Qârî, Mulâ ‘Alî, 1998, Irsyad asy-Syârî, Cetakan Pertama, (Mekkah: ‘Abbâs Ahmad al-Bâz)
16. Zuhaylî, Wahbah, 1989, al-Fiqh al-Islamiyyah wa Adilatuhu (Beirut: Dar al-Fikr)
Fiqih Umroh
Fiqih Umroh
Oleh: H. M. Ackman. Lc. M.Si
Umrah berarti mengunjungi Kabah dan tawaf disekelilingnya, Sai antara Shafa dan Marwah, kemudian tahallul. Umrah hukumnya sunat bila dilakukan diluar ibadah haji, dan bila dilakukan bersamaan dengan ibadah haji maka hukumnya wajib.
Rukun umrah
Arti rukun Rukun dalam Haji & Umroh artinya: Amalan dalam haji/umrah yang jika bila ditinggalkan ibadahnya tidak sah dan tidak dapat di ganti Dam.
Rukun Umroh yaitu:
1. Ihram (niat umrah)
2. Tawaf
3. Sai
4. Tahallul
5. Tertib yaitu tidak mendahulukan yang satu dengan yang lainnya
Wajib Umrah
Arti Wajib dalam haji/unroh artinya: Amalan yang harus dilakukan dalam umrah. Bila ditinggalkan ibadahnya sah tetapi harus membayar Dam.
Wajib umrah adalah sebagai berikut:
1. Ihram (niat) mengerjakan umrah di Miqat
2. Tidak melakukan perbuatan yang membatalkan umrah
Ihram (niat)
Ihrom artinya ber-niat untuk memulai umrah dan umroh itu sendiri sangat tergantung dari benar atau tidaknya niat itu. Karena Niat merupakan salah satu dari rukun umrah dan tidak boleh ditinggalkan.
Miqat
Miqat berarti waktu dan tempat yang telah ditentukan untuk melakukan ihram baik kaitanya dengan ibadah haji ataupun umrah.
Miqat Haji terbagi dua:
- Miqat zamani: waktu tertentu untuk melaksanakan haji yaitu pada bulan Syawal, Dzulqaidah dan sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah (sampai sebelum terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah).
- Miqat makani: Beberapa tempat untuk memulai ihram dan tidak boleh melalui tempat itu tanpa berihram. Miqat tersebut adalah:
a. Miqat yang berihram dari Madinah adalah Dzuhulaifah (Bir Ali).
b. Julfah (Rabigh) Miqat bagi jamaah yang datang dari Syiria, jordania, libanon dan Mesir.
c. Miqat bagi penduduk Nejed Qornul Manazil.
d. Miqat penduduk Yaman ialah Yalamlam sekitar 54 km
e. Miqat penduduk Iraq ialah Dzatu Irqin.Bagi bertempat di negeri lain maka miqatnya tergantung dari daerah mana ia melaluinya.
Miqat Umrah
Miqat makani umrah sama dengan ibadah Haji, namun Miqat Zamani (waktu yang dibolehkan untuk Umroh) bisa dilaksanakan kapan saja tanpa terikat waktu.
Dan Miqat Makani umroh sama halnya dalam Haji, namun ada tambahan yaitu, adalah Ji’ronah atau Tan’im. Yang keduanya masih di kawasan kota Mekkah.
Miqat Jamaah Indonesia
Bagi yang berumrah dari Indonesia dengan tujuan Jedah bisa memilih cara:
Mengambil miqat di King Abdul Aziz Airport Jeddah. Namun pandangan ini tidak disetujui oleh para Ulama termasuk ulama Saudi. Karena memang tidak disebutkan dalam hadist Nabi Saw, bahwa Jeddah adalah tempat Miqat.
Alternatif yang paling baik yaitu:
- Berniat beberapa menit sebelum tiba di Airport Kota Jeddah, dengan kata lain berniat di atas pesawat sebelum mendarat (biasanya para pilot memberitahu bahwa pesawat berada diatas Miqat)
- Ber-miqat di Madinah, yaitu di Bir ‘Ali dan ini alternative sesuai Sunnah Nabi Saw, karena terakhir kali beliau berhaji dengan mengambil Miqot di tempat ini.
Melewati Miqat tanpa Ihram
Yang melewati miqat tanpa ihram harus kembali ke miqatnya semula, bila tidak, maka wajib membayar dam atau dapat mengambil cara lain:
- Kembali ke miqat sebelum melaksanakan ibadah umrah
- Mengambil miqat dari Tan’im atau Ji’ronah.
Adab dan tata tertib ihram
- Menjaga kebersihan dan kerapihan tubuh seperti: memotong kuku, merapikan atau mncukur rambut, kumis, jnggot, bulu ketiak, membersihkan semua kotoran, mandi dan berwudlu sesudahnya.
- Memakai lmbar pakaian Ihram, yang selembar digunakan untuk menutupi bagian atas (rida/selendang), kecuali kepala. Selembar lainnya untuk menutupi bagian bawah (izzar/sarung). Bagi pria menggunakan sandal/sepatu yang terlihat mata kaki dan jarinya. Wanita memakai pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan.
- Memakai minyak wangi atau sejenisnya dan hindari memakainya setelah ihram
- Salat dua rakaat ihram. Bila salat wajib didirikan maka salat ini dianggap penganti salat sunat ihram. Jika salat sunat ihram dilakukan sesudah salat wajib maka hal itu lebih dianjurkan.
- Membaca Talbiyah dengan suara nyaring di setiap saat dan keadaan, kecuali bagi wanita cukup terdengar oleh diri sendiri.
Larangan ihram
- Memakai pakaian berjahit, menutupi kepala, menggunting kuku, mencabut, memotong rambut atau bulu badan. Bila kuku pecah/rusak boleh dicabut
- Memakai cadar atau masker bagi wanita dan melakukan aqad nikah.
- Memakai wewangian sesudah ihram kecuali sisa wangi yang dipakai sebelum ihram. Menghindari bersolek bagi wanita sangat dianjukan, perbuatan tidak senonoh, maksiat, mengunjing, berdebat dan membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan.
Yang dibolehkan Ketika Ihram
- Mandi, mengosok gigi, menganti kain ihram, menutup muka untuk menghindari debu/pasir, menutup kepala karena lupa, menggaruk kepala/badan, memakai sabuk, cincin, tas kecil di pingang, jam tangan, berpayung atau bernaung.
- Memakai sepatu bagi wanita dan celak mata.
- Membunuh lalat, kutu, dan semut atau binatang berbisa yang berbahaya. Menggunakan bantal, sorban yang dipakai untuk bantal atau alas, mencelupkan kepala ke dalam air, meletakan tangan untuk dijadikan bantal, mengikat kepala dengan kain, meletakan barang diatas kepalanya.
Dam atau Denda
Dam adalah denda karena melanggar larangan ihram dengan menyembelih kurban atau yang seharga dengannya. Dam dalam umrah adalah:
- Meninggalkan tawaf wada.
- Mencukur, memotong atau mencabut rambut, memakai wewangian, memakai pakaian yang berjahit, memotong kuku, menutup muka dengan sengaja, memakai sarung tangan bagi wanita, wajib membayar dam dengan memilih salah satu:
a. Menyembelih seekor kambing atau yang seharga dengannya
b. Bersedekah kepada 6 (enam) orang miskin dan setiap orang kurang lebih 1.5 kg beras atau makanan yang mengenyangkan.
b. Bersedekah kepada 6 (enam) orang miskin dan setiap orang kurang lebih 1.5 kg beras atau makanan yang mengenyangkan.
- Berpuasa 3 (tiga) hari di tanah suci.
- Walaupun diharuskan membayar dam, namun umrahnya tetap sah. Memakai wewangian atau pakaian berjahit karena tidak tahu atau lupa, tidak mengapa dan tidak ada dam atasnya.
- Akad nikah dalam ihram tidak sah, tetapi tidak diharuskan membayar dam dan ihramnya tidak batal.
- Melakukan Rafats, Fusuq dan Jidal ibadah tetap sah, tetapi gugur pahalanya namun tidak diharuskan membayar dam.
Tawaf dan Syaratnya
Tawaf ialah mengelilingi Kabah tujuh putaran yang dimulai dari Hajar Aswad sampai ke Hajar Aswad yang dihitung satu putaran. Syarat Tawaf:
- Suci dari hadast besar, kecil, najis baik di badan maupun pakaian. Wanita haid tidak disarankan tawaf.
- Menutup aurat dan menyempurnakan tawaf tujuh putaran.
- Tawaf terus menerus tanpa berhenti kecuali ada sebab; batal kemudian berwudlu dan meneruskan sisa putaran, ketika salat fardu didirikan dan boleh stirahat bagi yang lelah.
Tawaf dan Sunahnya
- Menghadap Hajar Aswad ketika memulai tawaf dan berwudlu.
- Mengusap sudut Rukun Yamani tanpa mengecup tangan sesudahnya
- Salat sunat tawaf di Maqam Ibrahim
- Ramal dan Idthiba. Ramal: lari-lari kecil atau berjalan cepat pada tiga putaran pertama tawaf. Idhtiba: mengepit rida (selendang) dibawah ketiak kanan dan meletakkan ujungnya diatas bahu kiri. Ramal dan Idhtiba hanya disunahkan ketika pertama kali umrah yaitu ketika tawaf qudum (tawaf umrah sudah termasuk di dalamnya tawaf qudum bila diniatkan) dalam satu perjalanan dan tidak disunahkan pada tawaf sesudahnya. Ramal tidak disunahkan bagi wanita.
Tawaf Sunnah
Yaitu tawaf ketika memasuki Masjidil Haram sebagai penganti salat tahiyatul masjid tanpa berpakaian ihram dan sai. Dianjurkan memperbanyak tawaf ini karena keutamaannya.
Tawaf wada
Jamaah yang akan meninggalkan Mekah diwajibkan melakukan tawaf wada tujuh putaran tanpa Sai sesudahnya. Wanita yang sedang haid tidak disunahkan tawaf wada.
Daftar Pustaka
- Gayo, H.M. Iwan, 2004, Buku Pintar Haji dan Umrah (Jakarta: Pustaka Warga Negara)
- Juzayrî, Abdul Rahman, 1990, Kitâb al-Fiqh ‘alâ al-Madzâhib al-‘Arba’ah (Beirut: Dar al-Fikr)
- Khiyari, Ahmad, 1993, Tarîkh al-Ma’alim al-Madînah al-Munawwarah Qadîman wa Hadîtsan (Jeddah, Dar al-‘Ilm)
- Khurbûthulî, Ali, tt, Tarîkh Ka’bah, (Beirut: Dar al- Jail)
- Mubarakfurî, Shafiyyurahmân. 2002, Tarikh Makkah al-Mukarramah, (Riyadh: Dar as-Salam)
- Mundzirî, Abdul ‘Adzîm, 1992, Tahdzîb at-Targhîb wa at-Tarhîb. (Beirut: Darul Jail)
- Nawawî, Muhyidîn, tt, al-Majmû Syarh al-Muhaddzab, (Beirut: Darul Fikri)
- _________________ al-Adzkâr (Beirut: Dar al-Fikr)
- _________________ Syarh Muslim, (Beirut: Dar Kutub ‘Ilmiyyah)
- Râwah, Abdul Fattâh, 2003, Kitâb al-Îdhâh Fî Manâsik al-Hajj wa al-Umrah, Cetakan Kelima, (Mekkah: Maktab al-Imdâdiyyah)
- Rousydy, Latif, 1989, Manasik Haji dan Umrah Rasulullah s.a.w (Medan: Rimbow)
- Sâbiq, Sayyid, 1992, Fiqh as-Sunnah (Beirut: Dar al-Fikr)
- Shihab, Quraish, 2003, Haji bersama M. Quraish Shihab (Bandung: Mizan)
- Qudâmah, Ibnu, 1997, al-Mughnî, Cetakan Kedua, (Mekah: Mustaphâ al-Bâz)
- Qârî, Mulâ ‘Alî, 1998, Irsyad asy-Syârî, Cetakan Pertama, (Mekkah: ‘Abbâs Ahmad al-Bâz)
- Zuhaylî, Wahbah, 1989, al-Fiqh al-Islamiyyah wa Adilatuhu (Beirut: Dar al-Fikr)
kenapa harus UMROH????
Kenapa
Harus Umroh?
(di sadur dari teman karib kami)
Belakangan
kemanapun gue pergi, entah itu ke Masjid Kampus tercinta, turun gunung, ke
kota, ke kampus-kampus lain atau sekedar beranjak melangkahkan kaki ini ke luar
dari kotak nyaman berukuran tiga kali empat meter sendiri atau bareng-bareng
sama fellas, selalu terbayang sebuah pertanyaan. Ada sebuah pertanyaan
yang masih terngiang-ngiang, hinggap di kepala gue seolah ada seseorang dalam
kepala gue yang yang bukan gue dan terus menekan dengan pertanyaan yang sama -lebay.
Intinya ada sebuah pertanyaan yang selama hampir 2 minggu ini belum ketemu
jawaban yang relevan, kontekstual dan ideologis (mendasar) menurut gue pribadi.
Pertanyaan
yang harusnya bukan cuma gue aja yang mikirin tapi juga anak-anak BEM yang
lain. Cukup simple namun butuh jawaban yang pas, pas karena kita sebagai
mahasiswa, pas karena kita sebagai aktivis pergerakan, pas karena kita juga
sebagai pegemban dakwah, pas juga karena kita nantinya akan jadi pemimpin masa
depan, dan harus pas karena kita sebagai penyuka kopi tanpa amPAS.. yang
terakhir intermezzo aja
Kenapa
harus Umroh? Itu pertanyaannya. Simple, gak baku (pake kenapa bukannya
mengapa), gak lumrah bagi mahasiswa, gak gaul banget, right? Yang gak setuju
silakan nambahin.
Umroh,
ide fenomenal yang tercetus dari pertemuan dengan pak karebet yang waktu
tanggal limabelas desember pagi ngasih upgrading, atau bahasa jawanya ngasih
wejangan atau bahasa jawa yang lainnya ngompori, atau bahasa tekniknya
troubleshooting atau kalo gue boleh pake bahasa sendiri tidak lain tidak bukan
garis besarnya memotivasi dan nantangin anak-anak BEM pergi ke Mekah, untuk
Umroh. Titik.
Berbekal
semangat yang didapat dari cerita pak karebet tentang LKMA-nya anak-anak SMA
Insantama Bogor yang berhasil study tour ke Malaysia. Yang kalo secara logika
anak SMA jaman sekarang hal yang lumayan berat. Karena semua biaya
keberangkatan dan lain-lainnya dikumpulkan secara mandiri tanpa ada intervensi
makhluk tercinta dan terdekatnya, ortu mereka maksudnya. Mereka bekerja secara
berjamaah dan teamwork-based. Gak banyak anak SMA yang punya kemampuan high
–kalo gue bilang- seperti mereka. Bukan cuma karena bisa ngumpulin seratus
delapan puluh juta dalam waktu satu setengah bulan aja, tapi juga bagaimana
membuat kagum para sponsorshipnya dengan menghadirkan aneka gaya dan teknik
presentasi yang menarik dan valuable.
Bahkan
ketika di Malaysia bukan hanya sekedar jalan-jalan biasa, tapi juga kembali
membuat agenda-agenda super –kata Mario teguh- yang bisa dijalani dengan
ketahanan fisik yang luar senantiasa prima. Begitu kata pak karebet.
Nah
acara LKMA insantama Bogor juga awalnya merupakan program yang sama di
gelontorkan oleh pak karebet dan Pembina insantama yang sekarang coba di
gelontorkan juga kepada pengurus BEM.
Bukan
LKMA-nya tapi jalan panjang dan proses menuju Malaysia yang menjadi pembuktian
bahwa Insantama Bogor merupakan salah satu sekolah para calon leader level
nasional. Begitupun pengurus BEM Hamfara yang diberikan sebuah tantangan yang
menantang, yakni Umroh.
Sekedar
ingin membuktikan juga kah bahwa pengurus BEM Hamfara merupakan para calon
leader level nasional? Atau hanya sekedar hasrat sekejap emosional kala pagi
yang ngantuk dan tidak adakah alasan yang lebih keren daripada sekedar
pembuktian eksistensi diri atau segala macemnya itu?
“Mereka
yang SMA aja bisa ke Malaysia, kita yang mahasiswa harusnya bisa lebih dari
itu!” apa sekedar karena tantangan begituan kita umroh?
Mari
kita menghela nafas sejenak dengan menghirup pelan lewat hidung, kemudian
keluarkan lewat mulut. Ulangi selama tiga kali. Calm down. Ghoosfraba.
Untuk
tau alasan sebenarnya gue udah coba nanyakin individu pengurus BEM satu
per satu. Diantara jawaban yang terlogis, terkeren, dan terbaik yang coba gue
kumpulin dari sebagian pengurus BEM Ikhwan, ada yang mengatakan karena umroh adalah
salah satu ibadah yang utama dan memiliki keutamaan, misalnya
“salah
satu perintah Allah SWT”
“doa-doa
yang makbul untuk dikabulkan”
“karena
sebagai penghantar haji”
“memenuhi
panggilan Allah, panggilan Allah di dunia ini ada tiga; adzan, haji &
umroh, dan mati”
“Tuntutan
ibadah”
Atau
jawaban tipikal pria idaman para mertua –mungkin- bukan karena tampangnya
karena gak ada visualisasi wajah ikhwan juga disini namun karena melihat
kata-katanya yang melankolis, agak panjang, dan –keliatannya- bijak. Misalnya
“karena kita adalah leader dan butuh
aktivitas selevel leader dan itu ada pada umroh”
“Menyelami,
(merasakan panasnya gurun pasir) perjuangan Rasul dan para Sahabat pada awal
penyebaran Islam, setidaknya dengan itu diharapkan bisa tergambar betapa
beratnya perjuangan Rasul dan para Sahabat”
“karena Haramain adalah tempat
sebaik-baiknya hijrah.. Haramain awal mula lahirnya Islam dan menyebar
ke seluruh dunia”
“karena
saya dan kita adalah para pemuda yang mencintai dan memperjuangkan Islam”
“karena
ini merupakan pembuka gerbang perubahan dan pembebasan melalui metode
Rasulullah ketika berdakwah yakni munajat do’a di tanah suci Makkah dan Madinah
secara langsung sekaligus menganalisis kondisi masyarakat intelektual arab saat
ini. Terkhusus yang terhimpun di satu Universitas”
“napak
tilas jejak dakwah Rasulullah SAW”
“saya
yakin alasannya ingin menghadap Allah, sebelumnya ke alasan, niat lebih penting
& urgent, jangan terbawa keinginan semata dan jangan karena keterpaksaan,
yang kedua Haji maupun Umroh bagi yang mampu, yang lebih mulia darpada itu
adalah sudah adanya panggilan kesana (tanah suci) oleh Allah. Ingat njeh, fa
idza ‘zzamta fatawakkal ‘alallah, laa yukallifullaha nafsan illa wus’aha”
“berdakwah
dengan amal prilaku kita lebih baik dari pada kata-kata, makanya dg umroh ini
kita buat mereka yg hanya diam dan melihat kita, tercengang menyaksikan
keberangkatan tim BEM pembebasan ke tanah suci, agar mereka sadar, &
terobsesi meniru semangat kita ! Allahu Akbar”
Atau
jawaban tipikal Mahasiswa yang BEM-minded, misalnya
“sebagai
pembeda dari beratus BEM seluruh Indonesia”
“karna
BEM kita memang layak, pantas dan pasti bisa…”
“setiap
akhir kepengurusan, BEM layak mengadakan suatu event yang besar”
Atau
jawaban penuh obsesi dengan penuh kepolosan –mungkin.
“terlepas
dari Sunnah, ini kepuasan pribadi (jujur)
menurut
pendapat gue pribadi yang tentu saja menurut gue paling logis, keren dan
memuaskan –hha, kalo ada yang gak setuju gue tunggu di perempatan,,
“untuk membuat track record yang amazing…kapan
lagi?”
Langganan:
Postingan (Atom)
